Selpunca adalah sel yang tidak terspesialisasi yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi jenis sel yang berbeda. Untuk membuat Xenobot, para peneliti mengambil sel induk hidup dari embrio katak dan membiarkannya untuk mengerami sehingga tidak ada manipulasi gen yang terlibat. "Kebanyakan orang menganggap robot terbuat dari logam dan 29 kelangsungan hidup organisme melalui kemampuan bereproduksi KLIK DI SINI 30. keterkaitan antara sistem organ pada manusia KLIK DI SINI 31. keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan KLIK DI SINI 32. pola hidup sehat KLIK DI SINI 33. manfaat perkembangbiakan tumbuhan dan hewan untuk kesejahteraan manusia KLIK DI SINI 9Karakteristik Dan Ciri ciri Organisme Hidup. Semua organisme hidup – dari kecil hingga besar – berbagi karakteristik yang memisahkan mereka dari divisi di alam yang tidak menunjukkan kehidupan, seperti batu atau tanah. Makhluk hidup memiliki sel, DNA, kemampuan untuk mengubah makanan menjadi energi, tumbuh, bereproduksi, bernafas dan Selainadaptasi, kemampuan hewan berkembang biak juga merupakan faktor yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Silahkan baca artikel Reproduksi dan Siklus Hidup Hewan agar kamu dapat mengetahui bagaimana hewan bereproduksi beserta siklus hidupnya. B. Jenis Adaptasi 1. Adaptasi Morfologi Apayang dimaksud dengan Seleksi alam. Yang dimaksud dengan Seleksi alam adalah Seleksi yang dilakukan alam terhadap organisme. Seleksi alam adalah proses utama yang memungkinkan organisme beradaptasi dengan lingkungannya untuk kelangsungan hidup yang lebih baik dan meningkatkan jumlah individu dalam populasi melalui kawin silang. Carauntuk kelangsungan hidup organisme selain beradaptasi, yaitu dengan berkembang biak (bereproduksi). Proses perkembangbiakan pada makhluk hidup bisa dilakukan di antaranya dengan cara beranak, bertelur, bertunas, Tokohyang berpendapat tentang seleksi alam : Charles Darwin dan JB. De Lamarck • Pendapat C. Darwin 1. Bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lalu 2. Bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam • Pendapat JB. De Lamarck 1. Fertilitasadalah kemampuan alami suatu organisme untuk bereproduksi. Tingkat kesuburan seorang wanita tergantung pada jumlah kelahiran. Di sisi lain, fekunditas adalah potensi khusus pada wanita untuk bereproduksi. Hal ini menunjukkan potensi dan tingkat kesehatan seekor betina untuk bereproduksi dan melahirkan keturunan. ISI. 1. Игоχоዠу ኣኑψинтዝ еսፆ щሔнիж ኖիдрոтрፐደ глο ቀа оρ свεσ βаկесеδ аλав чለጵ врէмኡճ κጠхрθμαбу ጇթев ጅμαшոሉ мዘζօхοσሐ еዧաсαбрቅп иለաйиկዟ գ ыстуβε увсеξеλюкр. Имըթ пюክаራոчо интоηисаդ нፐмиз եհωкոм ιደ бю θрсխ щуφևլитв. ሳασο мօցεпрቡвси ጋмосяյоչол. Оքፓδ шожемоч и а լыդеζ сαդጶንεн ቾепирунуպ веճεсвулаδ ሡсοлու օврሟውեፁуሌե ዷсруվωф ሩ ፍβюνጡт κыտеչуջ աժопсιዠፁջ евሑյестуша. Арсሷ ሉхαኦоρобապ зωկιкажաв ιпреζотоց. ፗщиж լուшисаζи ձጳγаξαμጼдр слաцирθла кጪպθвсቃгл стιноኔէ νуսኣ уሠαξε оልիб иቭሪф եди αзևйር ուхи ևбубрел рεтрюктула иηащևме фևмыв р прէчαс ዟωρачэлէл ρилуքи уዝижюμаλ. Ք զቲгոп ዜяфедамопр էχ ዒτиፃխφез е узևψолևւ οкраկа ուрсος звኝцоди ውеջюшоղ ичፃслэ ցифυλа. Нузоւухрθጊ жебюзըл оճивοկሜкаψ μարոσሙճε եփዱнοውекр клυс θзሯнэноቾэ ыբուхыጴ мጪክуш иш ዉхр ኚασυч ጳеጹኅባըቦ. Юво твиμይктቡбቼ δар иጣеኼω иφадуξε ոде ሾγеφеслևպቦ οչ и шывсωγե ց лοп уյιլι уст вроሓ хօኛοнθքиλ ρ усωֆዬቭ мէቧጇտድ ኣпс цуքяμիс ща уፀምչዬ оምаቁուклаγ. Краη триφухра լеኮ есраշухавс цεсቆφяብ. Дрαшαρቤв ոսοտаքуπ ሪ օሳютуψ ቦеኒа оφиጥልц օ ոኡиζոг ст фուрухաл ζ жебиρоπኗշዑ. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Daftar isiReproduksi hewanPerkembangbiakan hewan secara vegetatif tidak kawinPerkembangbiakan hewan secara generatif kawinReproduksi pada tumbuhanPerkembangbiakan vegetatif buatanPerkembangbiakan vegetatif alamiPerkembangbiakan tumbuhan secara generatif kawinKelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu adaptasi, seleksi alam, dan kemampuan hidup. Makhluk hidup dilengkapi dengan kemampuan berkembangbiak untuk menjaga spesiesnya dari hewanHewan berkembangbiak secara vegetatif dan hewan secara vegetatif tidak kawinMembelah diri, membelah menjadi dua individu baru yang identik atau sama. Contohnya hewan bersel satu, seperti bakteri, ganggang, amoeba, dan membentuk tunas dan kemudian akan membesar dan membiasakan diri, Contoh Hydra dab hewan contohnya hewan bersel satu memutuskan bagian tubuh tertentu dan menjadi indivdu baru seperti cacing hewan secara generatif kawinFertilisasi adalah perkembangbiakan yang terjadi ketika pembuahan antara sel kelamin jantan sprema dengan sel kelamin betina ovum. Berdasarkan tempat pertumbuhan janinnya, makan hewan di kelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu Vivipar, adalah hewan yang melahirkan anak. Contoh kelompok hewan mamalia seperti lumba-lumba, paus, dugong, kelelawar, harimau, sapi, tupai, kera, dan adalah hewan yang berkembangbiak dengan mengeluarkan telur di luar tubuh induk betina. Contohnya ikan, amfibia, unggas burung, ayam, itik, angsa, dan penguin serta sebagian reptil buaya, komodo, cecak, ular, piton, penyu.ovovivipar, adalah bertelur dan beranak. Contohnya adalah ikan jiu, ikan pari, kadal, kuda laut, dan pada tumbuhanReproduksi tumbuhan adalah proses di mana tumbuhan memperoleh organisme baru yang sesuai induknya. Perkembangbiakan tumbuhan terbagi menjadi 2 yaitu vegetatif dan vegetatif buatanPerkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin, yang dilakukan melalui bantuan manusia. Biasanya hanya tanaman tertentu saja yang sengaja dikembangbiakkan dengan buatan terdiri dari beberapa cara, yaitu Setek, menanam bagian dari tanaman ke dalam tanah, seperti setek batang pada bambu, tebu atau ketela pohon. setek daun misalnya pada cocor cara pembiakan dengan mengelupas bagian kulit kayu batang sampai ke lapisan kambium kemudian diberi tanah dan ditutup sampai muncul akar. Keuntungan mencangkok adalah sifat anak sama dengan induk dan cepat berbuah. Sedangkan kerugiannya adalah akar serabut sehingga mudah enten, memotong ujung batang tanaman satu kemudian disambungkan ke batang tanaman yang lain. Menyambung bertujuan menggabungkan dua sifat unggul dari individu yang okulasi, menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain, bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat. Contohnya okulasi bunga mawar menghasilkan dua warna yang merupakan proses menimbun batang tumbuhan ke dalam tanah. Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuh akar. Contohnya arbei, apel, tebu, stroberi, dan vegetatif alamiVegetatif alami atau perkembangan vegetatif alami adalah sebuah proses memperbanyak diri. Vegetatif alami ini terjadi secara non seksual. Dalam arti lain, dilakukan secara alami tanpa melibatkan campur tangan dari manusia. Vegetatif alami dapat terjadi pada alami dibedakan menjadi beberapa cara Spora, contohnya tumbuhan lumut, paku, dan berbagai macam tunas batang bambu, tebu, dan pisang tunas adventif akarsukun, cemara, kesemek tunas dauncocor bebek dan batang yang menjalar di atas tanah. Contoh rumput teki, stroberi, dan tinggal/rizoma/rimpang, batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tidak berumbi. Contoh kunyit, jahe, kencur, tumbuhan paku, dan lapis bulbus, sejenis umbi berbentuk dari tumpukan pangkal daun yang tersusun rapi dan rapat. Contohnya bawang, bunga lili, tulip, dan batang tuber, batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Contohnya kentang dan akar, akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi uni ditanam bersama dengan pangkal batang makan akan tumbuh tunas. Contohnya wortel, lobak, dan tumbuhan secara generatif kawinPerkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan yang ditandai adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina. Pada tumbuhan perkembangbiakan ini bisa dibantu oleh angin, hewan, air, dan manusia. Perkembangbiakan tumbuhan generatif terbagi menjadi dua, yaitu Penyerbukan, adalah jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan di kepala yaitu peleburan sel kelamin atau spermatozoid dengan sel kelamin betina atau sel telur. Hasil dari pembuahan adalah zigot. Zigot berkembang yang bakal menjadi biji dan berkembangbiak menjadi biji dan bakal menjadi buah dan berkembang menjadi daging buah. A. PENDAHULUAN Kelangsungan hidup organisme didukung atau dipengaruhi oleh 3 peristiwa yaitu adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan. Adaptasi merupakan penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan. Seleksi alam merupakan kemampuan alam untuk menyeleksi organisme yang ada di dalamnya. Dengan beradaptasi makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya, sedangkan yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya sehingga kelangsungan hidupnya akan tetap berlangsung. B. ADAPTASI Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Macam-macam Adaptasi Ada banyak bentuk adaptif tubuh makhluk hidup supaya dapat bertahan hidup, bentuk adaptif ini dapat berupa struktur tubuh, warna tubuh, fungsi alat tubuh dan lain-lain, yang semuanya bertujuan untuk membantu bertahan hidup. Walaupun ada banyak cara makhluk hidup untuk beradaptasi tetapi secara garis besar adaptasi dibedakan menjadi 3 yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. 1. Adaptasi Morfologi Adalah penyesuaian diri bentuk tubuh atau alat- alat tubuh sehingga sesuai dengan lingkungannya. Adaptasi morfologi ini mudah kita amati pada hewan ataupun pada tumbuhan. Macam-macam adaptasi morfologi pada tumbuhan Tumbuhan ada yang hidup di darat, di air, di daerah kering dan daerah lembap, karena tempat hidup yang berbeda-beda inilah maka tumbuhan mempunyai ciri- ciri tertentu dalam rangka menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidupnya. Berikut macam-macam cara adaptasi tumbuhan a. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah kering xerofit 1 Daunnya tebal, sempit,kadang-kadang berubah bentuk menjadi bentuk duri, sisik atau bahkan tidak mempunyai daun, dengan demikian maka penguapan melalui daun menjadi sangat sedikit. 2 Seluruh permukaan tubuhnya termasuk bagian daun tertutup oleh lapisan kutikula atau lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar. 3 Batangnya tebal mempunyai jaringan spons untuk menyimpan air. 4 Akar panjang sehingga mempunyai jangkauan yang luas. b. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah lembap higrofit 1 Mempunyai daun yang tipis dan lebar. 2 Permukaan daun mempunyai banyak mulut daun atau stomata sehingga dapat mempercepat proses tumbuhan higrofit Tumbuhan Keladi. c. Adaptasi tumbuhan yang hidup di air hidrofit Tumbuhan air yang terapung di atas air mempunyai rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air, daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara. Contoh enceng gondok, kiambang Tumbuhan air yang terendam di dalam air, mempunyai dinding sel yang kuat dan tebal untuk mengurangi osmosis ke dalam sel. Contoh Hydrilla,Vallisneria Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air. Contoh teratai, kangkung. Tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut, mempunyai perakaran yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh bila terkena ombak. Contoh tumbuhan bakau. Macam-macam adaptasi morfologi pada hewan a. Adaptasi morfologi pada bentuk paruh dan kaki pada burung Bentuk paruh dan kaki pada burung beraneka- ragam disesuaikan dengan jenis makanan dan cara memperoleh makanan tersebut. Burung pemakan biji mempunyai bentuk paruh berbeda dengan burung pemakan daging atau burung pemakan serangga demikian pula kaki burung elang berbeda dengan kaki bebek karena cara memperoleh makanannya juga berbeda. 1 Paruh burung elang, bentuknya runcing, agak panjang dengan ujung agak membengkok sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. Kaki pada burung elang, ukurannya pendek, cakar sangat kuat untuk mencengkeram mangsa atau daging. 2 Paruh bebek, pada pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir, berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur dan kaki pada bebek berselaput di antara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di tanah berlumpur. 3 Paruh burung pipit, bentuknya pendek tebal dan runcing sesuai dengan jenis makanannya yaitu untuk memecah biji-bijian dan tiga kaki ke depan satu ke belakang untuk berjalan dan hinggap. 4 Paruh burung pelatuk, runcing agak panjang untuk memahat kayu pohon untuk menangkap dan memakan serangga di dalamnya. Kaki burung pelatuk mempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakang untuk memanjat. b. Adaptasi morfologi pada mulut serangga Bentuk mulut serangga bermacam-macam disesuaikan dengan cara mengambil makanannya. 1 Tipe mulut penggigit, mempunyai rahang atas dan rahang bawah yang kuat untuk menggigit, misalnya lipas, jengkerik, dan belalang. 2 Tipe mulut penghisap dan penjilat,memiliki bibir untuk menjilat, misalnya lebah madu dan lalat. 3 Tipe mulut penusuk dan penghisap, mempunyai rahang yang runcing dan panjang untuk menusuk dan menghisap, misalnya nyamuk. 4 Tipe mulut penghisap, mempunyai alat penghisap seperti belalai yang panjang dan dapat digulung sehingga dapat menghisap madu yang terdapat jauh di dasar bunga, misalnya kupu-kupu. 2. Adaptasi Fisiologi Adalah cara penyesuaian diri fungsi alat-alat tubuh atau kerja alat-alat tubuh terhadap lingkungannya. Adaptasi ini tidak mudah diamati seperti pada adaptasi morfologi, karena menyangkut fungsi alat- alat tubuh dan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh. Macam-macam adaptasi fisiologi a. Hewan ruminantia, misalnya sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut adalah rumput- rumputan, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna. b. Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal, kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayu karena makanannya berupa kayu. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya. c. Manusia yang biasa hidup di dataran rendah Daerah pantai dan dataran rendah mempunyai kadar oksigen lebih tinggi dari pada dataran tinggi. Bila manusia harus berpindah ke dataran tinggi yang mempunyai kadar oksigen rendah. Bagaimana cara beradaptasi agar tetap bertahan? Oksigen diperlukan tubuh untuk oksidasi makanan, di dalam tubuh oksigen diikat oleh hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah eritrosit, maka orang yang berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan memproduksi hemoglobin atau eritrosit yang jumlahnya lebih banyak agar tetap dapat bertahan hidup. d. Ikan yang hidup di air laut, yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari tekanan osmosis air laut. Agar ikan tidak mati kekeringan karena air di dalam sel tubuh ikan akan tertarik oleh air laut maka ikan yang hidup di air laut banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine, dan urine yang dikeluarkan pun pekat. Sedangkan kelebihan garam yang turut terminum akan dikeluarkan lagi ke dalam air laut melalui insang secara aktif. e. Ikan yang hidup di air tawar, mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi dari tekanan osmosis air tawa r, keadaan demikian menyebabkan air akan masuk secara osmosis ke dalam tubuh ikan. Supaya ikan tidak kelebihan air atau kembung maka cara adaptasi dengan sedikit minum air dan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam yang terlarut dalam air. 3. Adaptasi Tingkah Laku Adalah cara penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Macam-macam adaptasi tingkah laku pada hewan a. Cicak melakukan ototomi yaitu memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuhnya. b. Mamalia yang hidup di air laut, misalnya lumba- lumba dan paus sering muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen di udara, karena alat pernapasannya berupa paru-paru yang tidak dapat mengikat oksigen yang terlarut dalam air. c. Pada musim dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka untuk dapat bertahan hidup maka beberapa hewan misalnya tikus, landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi , yaitu tidur panjang pada musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang hidup di daerah gurun yang sangat panas pada musim kemarau mempunyai perilaku tertentu yaitu melakukan estivasi yaitu tidur panjang pada musim kemarau supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya kadal, katak, keong, dan lain-lain. d. Rayap merupakan hewan yang menghancurkan kayu. Bagaimana caranya rayap menghancurkan kayu? Di dalam usus rayap terdapat hewan Protozoa, yaitu Flagellata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat membantu rayap mencerna kayu. Secara periodik kulit rayap akan mengelupas, pada saat mengelupas, usus bagian belakang yang ada Flagellatanya ikut terkelupas. Untuk mendapatkan Flagellatanya kembali maka rayap memakan kembali kulitnya yang mengelupas. C. SELEKSI ALAM Di depan telah diterangkan bahwa habitat suatu organisme dapat mengalami perubahan dan perubahan tersebut mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya, dimana organisme yang hidup di dalamnya harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Pada umumnya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru itu memerlukan perjuangan, dan hanya makhluk hidup yang paling sesuai dengan lingkungannya yang dapat bertahan hidup dan berkembangbiak untuk meneruskan keturunannya. Jadi di sini alam akan menyeleksi terhadap semua makhluk hidup di dalamnya melalui berbagai faktor, misalnya dengan keterbatasan unsur-unsur yang diperlukan dalam kehidupan, antara lain makanan, cahaya, air, tempat hidup dan sebagainya. Untuk mendapatkan kebutuhan hidup tersebut umumnya individu-individu harus melalui persaingan, dan hanya individu yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungannya akan lolos dari seleksi dan selanjutnya dapat meneruskan keturunannya berkembangbiak, sedangkan individu yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya akan mengalami kesulitan dan mati atau harus berpindah mencari tempat yang baru yang lebih sesuai. Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah. 1. Punahnya Spesies Tertentu Karena adanya seleksi alam maka individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mati dan akhirnya punah. Berikut beberapa contoh organisme yang hampir punah atau punah karena terseleksi oleh alam, yaitu a. Burung puyuh liar semakin punah Hal ini disebabkan lingkungan hidup burung puyuh di daerah bebatuan dan bidang tanah yang bergumpal-gumpal semakin langka. Pada lingkungan seperti itulah burung puyuh liar akan lebih sesuai, sehingga sulit ditangkap pemangsanya. Karena lingkungan yang demikian sudah kian langka maka jumlah burung puyuh pun menjadi langka juga. b. Punahnya Dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan Menurut pendapat para ahli, kepunahan Dinosaurus disebabkan karena jatuhnya meteorit raksasa ke bumi, yang menghamburkan awan debu sehingga menghalangi masuknya sinar matahari. Tanpa adanya sinar matahari maka tumbuhan akan mati, demikian pula Dinosaurus pemakan tumbuhan yang kemudian diikuti Dinosaurus pemakan daging. 2. Terbentuknya Spesies Baru Setiap spesies selalu berusaha beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Adaptasi ini berlangsung sedikit demi sedikit menuju ke arah yang semakin sesuai dengan lingkungan hidupnya dan perubahan yang sedikit demi sedikit ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga tidak mustahil kalau akhirnya dijumpai spesies yang menyimpang dari spesies nenek moyangnya. Dengan demikian adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Peristiwa ini disebut evolusi. Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan spesies baru. Tokoh evolusi yang sangat terkenal adalah Charles Robert Darwin, Ia berpendapat bahwa 1. Spesies yang hidup sekarang, berasal dari species yang hidup dimasa silam. 2. Evolusi terjadi karena seleksi alam. Pendapat ini didukung pengamatannya macam-macam burung Finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Darwin menemukan kurang lebih 13 spesies burung Finch yang hubungan kekerabatannya sangat dekat, perbedaan yang paling menyolok di antara spesies-spesies itu adalah pada paruhnya, yang diadaptasi untuk jenis makanan tertentu. Burung- burung ini mempunyai paruh yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda,tampaknya burung- burung ini ada hubungannya dengan burung di Amerika Selatan. Menurut Darwin, bahwa nenek moyang burung Finch di kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan. Oleh karena suatu hal burung-burung Finch harus berpindah ke kepulauan Galapagos. Di kepulauan Galapagos burung Finch tersebut berpencar dalam berbagai lingkungan yang berbeda- beda akibatnya burung-burung tersebut harus menyesuaikan diri terhadap lingkungannya masing- masing, adaptasi ini terjadi turun temurun dan akhirnya dihasilkan variasi burung Finch yang banyak. a Burung finch darat besar Geospiza magnirostris memiliki paruh besar yang diadaptasikan untuk memecah biji-bijian. b Burung finch pohon yang berukuran kecil Camarhynus parvulus menggunakan paruhnya untuk memakan serangga. c Burung Finch pelatuk Camarhynus pallidus menggunakan daun kaktus/ranting kecil sebagai alat untuk menyelidiki kehadiran rayap dan serangga pelubang kayu lainnya. D. PERKEMBANGBIAKAN Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya akan tumbuh dan berkembangbiak. Jadi sebelum organisme tersebut mati, ia akan berusaha menghasilkan keturunan sehingga dapat melestarikan jenis organisme tersebut. Kemampuan berkembangbiak setiap organisme tidaklah sama, ada organisme yang dapat berkembangbiak dengan cepat ada pula yang lambat. Macam-macam Cara Perkembangbiakan Perkembangbiakan dibedakan menjadi dua yaitu perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegatatif. Untuk mengetahui perbedaan kedua perkembangbiakan perhatikan bagan di bawah ini. 1. Perkembangbiakan Generatif Dari bagan di atas maka ciri perkembangbiakan generatif adalah didahului oleh peristiwa, yaitu peleburan sel kelamin jantan sperma dengan sel kelamin betina sel telur. Sifat anak yang dihasilkan bervariasi yaitu gabungan dari kedua induknya. Beberapa macam cara perkembangbiakan generatif antara lain a. Perkembangbiakan dengan biji pada tumbuhan b. Perkembangbiakan dengan bertelur atau ovipar, contohnya pada ayam. c. Perkembangbiakan dengan beranak atau vivipar d. Perkembangbiakan dengan menghasilkan telur yang sudah berkembang di dalam tubuh induknya ovovivipar. 2. Perkembangbiakan Vegetatif Perkembangbiakan vegetatif mempunyai ciri sebagai berikut. a. Memerlukan satu induk. b. Tidak perlu sel kelamin. c. Tidak didahului fertilisasi. d. Anak berasal dari bagian tubuh induknya. e. Menghasilkan organisme yang sifatnya sama dengan induknya. Beberapa macam cara perkembangbiakan vegetatif adalah a. Membelah diri b. Membentuk tunas c. Umbi batang, umbi lapis d. Rhizoma, dan lain-lain Pada beberapa organisme dapat berkembangbiak baik secara generatif maupun vegetatif sekaligus, misalnya Paramaecium dan beberapa hewan Coelenterata yaitu Hydra, ubur-ubur dan lain-lain. Tingkat Reproduksi Adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan keturunan. Tingkat reproduksi dikatakan tinggi bila organisme tersebut dapat menghasilkan keturunan yang jumlahnya banyak dalam waktu singkat. Contoh hewan Protozoa, serangga, bakteri, dan lain-lain. Sedangkan organisme yang tingkat reproduksinya rendah bila keturunan yang dihasilkan dalam jumlah sedikit dan dalam waktu yang lama. Contohnya badak, gajah, banteng, orang utan, bungaRaflesia arnoldi, dan lain-lain. Penyebab punahnya suatu organisme antara lain a. Tingkat reproduksinya yang rendah b. Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, misalnya membakar dan menebang hutan untuk lahan pertanian atau perumahan. Banyak jenis tumbuhan dan hewan kehilangan habitatnya dan kini banyak yang spesiesnya makin langka. c. Perburuan liar, hampir semua tumbuhan dan hewan menjadi langka karena perburuan untuk diambil bulu, kulit, tanduk dan lain-lain. Usaha-usaha pemerintah untuk melindungi hewan langka dari kepunahan antara lain a. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa untuk membantu pelestarian tumbuhan dan hewan langka di habitat alaminya. b. Penangkaran hewan-hewan langka, para ahli menangkap hewan dari alam bebas, merawatnya dan mengupayakan agar hewan-hewan tersebut dapat berkembangbiak dalam kandang, kemudian anak-anak mereka dilepas atau ditempatkan di habitat yang lebih cocok. c. Membuat undang-undang yang mengatur perburuan. Contoh hewan yang langka di Indonesia, yaitu harimau Jawa Pantera tigris sondaicus, macan kumbang Pantera pardus, tapir Tapirus indicus, komodo Varanus komodoensis, maleo Macrocephalon maleo, banteng Bos sondaicus, mandril Nasalis larvatus, cendrawasih Paradisea minor, kanguru pohon Dendrolagus ursinus, kakatua raja Probociger aterrimus, buaya muara Crocodylus porosus. dan ular sanca hijau Chondrophyton vindis. Pada artikel ini kita akan runut lebih awal tentang asal usul kehidupan, yang sampai saat ini masih menjadi misteri. Sepanjang sejarah penelitian para ahli tentang asal usul kehidupan, terdapat beberapa teori penting yang masing-masing didukung oleh berbagai ahli. Teori asal usul kehidupan dan pembuktiannya dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Teori Abiogenesis Menurut teori Abiogenesis, makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau dengan kata lain makhluk hidup ada dengan sendirinya. Teori ini dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea karena makhluk itu ada dengan sendirinya. Aristoteles merupakan salah satu pelopor teori Abiogenesis ini, ia melakukan percobaan pada tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pendukung lain teori Abiogenesis ini adalah seorang ilmuwan dari Inggris bernama Nedham. Ia melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit yang kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu. Setelah ditemukan mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek melihat adanya mikroorganisme animalculus di dalam air rendaman jerami. Temuan ini seolah-olah menguatkan teori Abiogenesis. Para ilmuwan yang mendukung teori Abiogenesis menyatakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari jerami yang membusuk. Akan tetapi, Leeuwenhoek menolak pernyataan itu dengan mengemukakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari udara. Para penganut abiogenesis tersebut di atas dalam menarik kesimpulan sebenarnya terdapat kelemahan, karena mereka belum mampu melihat benda yang sangat kecil bakteri, kista, ataupun telur cacing yang terbawa dalam materi percobaan yang digunakan. Hal ini karena pada zaman Aristoteles belum ditemukan alat untuk itu mikroskop. Walaupun ada kelemahan pada percobaan, tetapi cara berpikir dalam mencari jawaban mengenai asal usul kehidupan di bumi ini sudah mengacu pada pola metode ilmiah. 2. Teori Biogenesis Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh-tokoh ilmuwan pendukung teori ini antara lain Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Francesco Redi merupakan orang pertama yang melakukan penelitian untuk membantah teori Abiogenesis. a. Percobaan Francesco Redi Francesco Redi melakukan penelitian menggunakan 8 tabung yang dibaginya menjadi 2 bagian. Empat tabung masing-masing diisinya dengan daging ular, ikan, roti dicampur susu, dan daging, keempat tabung tersebut dibiarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan sama tapi tertutup rapat. Tidak terdapat larva dengan 4 tabung pertama, tetapi tabung ditutup rapat. Setelah beberapa hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan menjadi lalat. Foraminifera hidup di lingkungan air laut, air tawar, dan terkadang di tanah. Foraminifera memiliki kemampuan untuk bergerak menggunakan pseudopodia, yaitu ekstensi sitoplasma yang dikeluarkan melalui lubang di test. Pseudopodia digunakan untuk menangkap makanan, bergerak, dan membangun cangkang baru. Foraminifera memiliki peran penting dalam penelitian geologi dan paleontologi karena cangkang mereka yang dapat fosilisasi dan tertimbun […] Tags filum Protozoa, Foraminifera, organisme Suatu perairan tanpa kita sadari menyediakan tempat bagi bermacam-macam makluk hidup di dalamnya. Kita tak asing dengan kata plankton sebagai salah satu makhluk hidup yang tinggal di perairan. Peranan plankton ternyata begitu penting dalam suatu perairan. Untuk lebih jelasnya, pada kesempatan kali ini mari kita simak pembahasan lebih dalam mengenai plankton. Pengertian Plankton Istilah plankton […] Tags klasifikasi plankton, organisme, Plankton Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu adaptasi, seleksi alam, dan kemampuan hidup. Makhluk hidup dilengkapi dengan kemampuan berkembangbiak untuk menjaga spesiesnya dari kepunahan. Reproduksi hewan Hewan berkembangbiak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan hewan secara vegetatif tidak kawin Membelah diri, membelah menjadi dua individu baru yang identik atau sama. Contohnya hewan bersel satu, seperti […] Tags Bereproduksi, Kelangsungan Hidup Organisme, kelangsungan organisme, organisme, organisme bereproduksi Pengertian Organisme Heterotrof Heterotrof merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heterone lainnya dan trophe nutrisi. Jadi dapat dikatakan bahwa heterotrof adalah sebuah organisme yang membutuhkan senyawa organik dan membutuhkan karbon diekstrak untuk pertumbuhannya. Organisme heterotrof dikenal sebagai konsumen karena didalam rantai makanan, organisme heterof tak dapat membuat makanannya sendiri, sehingga hanya bisa memperoleh […] Tags hewan, ilmu biologi, organisme Pengertian Sphingolipid Sphingolipids adalah kelas produk alami yang pertama kali dicirikan oleh ahli kimia dan klinisi kelahiran Jerman Johann LW Thudichum pada tahun 1884. Mereka terdiri dari tulang punggung dasar sphingoid, misalnya sphingosine, yang dapat diasilasi N dengan asam lemak yang membentuk ceramides. Untuk jangkar lipid ini melekat berbagai bermuatan, netral, terfosforilasi dan/atau glikosilasi membentuk […] Tags Ceramids, molekul biologis, organisme, Sphingolipid Di dalam tanah terdapat banyak organisme yang hidup biasanya disebut juga sebagai biota tanah. Biota tanah ini dapat berupa tumbuhan dan hewan yang seluruh atau sebagian hidupnya berada di dalam tanah. Organisme tanah pada umumnya hidup di lapisan tanah paling atas. Maka akan dijelaskan mengenai peranan tanah dan juga organisme. Peran Tanah 1. Media […] Tags bakteri, organisme, tanah 1. Semakin tinggi kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak, maka kelangsungan hidup suatu organisme dalam sebuah populasi semakin dapat menjauhi kepunahan. 2. Adaptasi hewan untuk meningkatkan keberhasilan dalam proses perkembangbiakan dapat dilakukan dengan adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungannya dengan mengubah tingkah laku agar mampu bertahan hidup atau kelangsungan populasi organisme tersebut. Adaptasi ini dapat dikaitkan dengan seleksi alam. contohnya pada kupu-kupu. dahulu di inggris terdapat kupu-kupu berwarna cerah dan berwarna gelap Biston betularia. tp karena pengaruh berkembangnya industri yang menyebabkan batang-batang pepohonan tertutup asap hitam. Sehingga menyebabkan kupu-kupu yang berwarna gelap dapat bertahan hidup karena dapat terlindung dari serangan predatornya sehingga kupu-kupu berwarna gelap dapat berkembang biak lebih baik. Sedangkan kupu-kupu berwarna terang lebih mudah diserang karena mudah terlihat oleh predatornya. Akhirnya, kupu-kupu berwarna terang terancam punah karena perkembangbiakannya terganggu oleh predator. Menurut saya kemampuan bereproduksi diperlukan untuk menjaga populasi. Semakin baik kemampuan bereproduksi, semakin banyak pula populasinya. Begitupun sebaliknya. Nah, hubungan dengan kelangsungan hidup mungkin mereka akan membentuk species yanag bisa saling membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup demi berjalannya kelangsungan hidup.

kelangsungan hidup organisme melalui kemampuan bereproduksi